Rahasia Basmalah Menurut Ibnu Arabi

Oleh: Hosiyanto Ilyas 

Ibnu Arabi dikenal sebagai tokoh ulama sufi yang gagasannya cemerlang dan terkadang membuat orang bingung untuk memahami pradigmanya. Butuh kecerdasan dan kajian yang mendalam untuk bisa memahami uraian-uraiannya.

Dalam karya besarnya, yaitu, kitab  Futuhat Al-Makkiyah, Ibnu Arabi mengulas tentang rahasia yang terkandung dalam huruf atau kalimat Basmalah. Menurut penuturannya, Basmalah itu adalah awal dari segala yang tersimpan atau yang samar dan awal dari segala yang tampak di alam semesta ini. 

Dalam kalimat Basmalah ada tiga Asma' yang menjadi uraian Ibnu Arabi. Tiga Asma' tersebut adalah lafadz Allah, Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Lafadz Allah berfungsi sebagai Ismul Jami' (nama yang universal) dalam artian Asma' Allah mengeliputi dari segala Asma' Allah yang lainnya. Lafadz Ar-Rahman bersifat umum dalam artian Allah mengasihi makhluknya di dunia maupun di akhirat. Maksud pengasih Allah di akhirat Allah memasukkan anak-anak Non Muslim ke surga. Dan terkadang Allah memberi hidayah kepada Non muslim untuk masuk agama Islam. Sedangkan lafadz Ar-Rahim maha penyayang Allah, itu di khususkan di akhirat kepada orang-orang yang beriman tidak diberikan kepada orang-orang yang kufur.

Dalam karyanya, yaitu, Futuhat Al-Makkiyah Juz,1, Halaman 158. Ibnu Arabi mengungkapkan rahasia yang terdapat di titik huruf Ba'. Beliau mengatakan:

  بالباء ظهر الوجود والنقطة تميز العابد والمعبود 
 
Artinya: "Dengan huruf Ba' tampaklah yang wujud dan dengan titiknya dapat dibedakan yang menyembah dan yang disembah".

Terkait ungkapan diatas Ibnu Arabi mengisahkan Imam Asy-Syibli ketika ditanya oleh seseorang. Apakah engkau Asy-Syibli? Beliau menjawab: "Saya adalah titik yang ada dibawah huruf Ba'". Ungkapan Asy-Syibli tersebut mempunyai arti untuk membedakan antara yang menyembah dan yang disembah. Dan juga titik yang berada di huruf Ba' tersebut sebagai acuan bahwa awal mula  segala yang diwujudkan atau diadakan oleh Allah berawal dari titik huruf Ba'. Bentuk huruf Ba' titik dan harkatnya mempunyai tiga isyarat. Bentuknya mempunyai isyarat kepada alam malakut, titiknya mempunyai isyarat kepada alam Jabarut. Sedangkan harkatnya mempunyai isyarat kepada alam syahadah mulkiyyah. 

Lafadz Allah yang berada di kalimat Basmalah, yaitu, Alif mempunyai arti bahwa seorang hamba terdesak dan butuh perlindungan Allah. Kemudian ditampakkan huruf Lam yang pertama supaya hamba berlindung kepada Allah untuk meraih penjagaan dan keselamatan. Huruf Lam yang kedua mempunyai arti bila hamba sudah pasrah diri kepada Allah ia akan mencapai maqam kefana'an. Sedang huruf Ha' sebagai huruf terahir mempunyai arti untuk membedakan ahli ibadah dan orang yang durhaka kepada Allah. 

Lafadz Ar-Rahman mempunyai dua katagori. Bila di ikrab menjadi badal maka orientasinya ke zat Allah. Apabila di ikrab menjadi na'at maka orientasinya ke sifat Allah. Sifat yang dimaksud Allah adalah sifat yang tujuh. Alif, Lam, dan Ra'  mempunyai arti sifat Ilmu, Qudrat, dan Iradat. Sedangkan Huruf Ha' Mim, dan Nun mempunyai arti sifat Kalam, Sama' dan Bashar. Dan sifat Hayat yang menjadi pelengkap sifat yang lainnya. 

Terakhir Lafadz Ar-Rahim mempunyain arti bahwa Ar-Rahim termasuk sebagian dari sifat Nabi Muhammad SAW. yang mempunyai sifat penyayang. Dan dengan lafadz Ar-Rahim sempurnalah kalimat Basmalah. Kesempurnaan itu disandarkan pada hakikat penciptaan yang paling awal, yaitu, Nur Muhammad SAW dan juga Nabi Muhammad SAW sebagai pemungkas dari para utusan Allah. 

Ibnu Arabi memberikan peringatan bahwa huruf Mim yang terdapat dalam lafadz Bismilah, itu adalah isyarat kepada Nabi Adam sebagai manusia pertama yang menduduki muka bumi. Sedangkan huruf Mim yang terdapat dalam kalimat Ar-Rahim itu adalah isyarat kepada Nabi terakhir, yaitu, Nabi Muhammad SAW. Wallahu A'lam Bissawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hakikat Nikmat Menurut Imam Al-Ghazali

Teks Bintang Pelajar